Senin, 19 November 2012

CERPAN_SESUATU yang MERUBAH KEBIASAAN BURUKKU



Kriingg… jam bekerku berbunyi, jarum jam ku menunjukkan pukul 06.00.
          “Oh .. tidak … aku bangun kesiangan!!!!
          Kulihat asap mengepul banyak di dapurku, kul,ihat juga ayahku membaca Koran di depan rumah.
          “Ayah ini ..!! Mengapa ayah tidak membangunkan aku?  Sambil menepuk tangan ayah.
          “Ayah sudah membangunkanmu beberapa kali!!, tetapi kamu malah marah dan melempar bantal pada wajah ayah!! Sambil melipat Koran.
          “Aaahh…  Mengapa aku bangun kesiangan? Padahal aku nanti ada ulangan Matematika”.
          Dengan wajah marah, aku langsung pergi menuju kamar mandi. Tiba-tiba ada yang menepukku dari belakang.
          “Indy ….” Ucap ibu lirih.
          “Ada apa bu?” dengan wajah yang kaget.
          “Kamu itu udah besar,selalu saja kamu bangun kesiangan! Kelakuan kamu itu sama seperti kelakuan kamu waktu kecil” ucap ibu
          “Maaf bu, aku susah bangun pagi, karena tadi malam aku tidur terlalu malam soalnya aku mengerjakan tugas yang begitu banyak,” ucapku
          “Ya sudah .. Cepat mandi sana!! Sudah siang ini!!”perintah Ibu
          “Iya bu”
          Bagiku ini adalah hari yang tidak pernah kualami sebelumya. Bangun kesiangan, dimarah ibu dan ayah. Itu adalah hal yang sangat aku benci. Jarum jam menunjukkan pukul 06.30
          “Bu… aku mau berangkat dulu ya?”
          “Iyya… susunya sudah diminum”
          “Sudah bu..”
          Dengan tergesa-gesa aku langsung masuk ke dalam mobil. Akhirnya sampai juga aku di sekolah.
          Kriiing …” bel berbunyi
          Aku lari terburu-buru karena teman-temanku sudah masuk kelas. Tiba-tiba
          “Aduuhhh…!!!
          “Maaf… maaf… aku tidak sengaja”
          “Kamu punya mata gak sih!! Nabrak-nabrak orang aja” ucapku sengit
          “Aku minta maaf ya?”
          “Iyya… Iyya..”
          Dengan cepat aku masuk ke kelas. Pelajaran pun dimulai. Pak Zuflan memulai pelajaran Matematika.
          “Selamat Pagi anak-anak”
          “Selamat Pagi Pak” jawab serentak
          “Silahkan keluarkan satu lembar kertas untuk mengerjakan ulangan Matematika” kata Pak Zulfan.
          “Aduuh, aku sekarang gak siap kalau ulangan, soalnya kemarin malam aku cuma belajar sedikit”.
          Aku tidak bisa mengerjakan soal Matematika tersebut. Aku mencoba mengerjakan, tetapi hanya 10 soal dari 30 soal yang aku bisa kerjakan. Untung saja teman sebangkuku Isty mau member itahu jawaban soal tersebut.
          “Is, aku gak bisa ngerjakan yang ini”
          “Allahh … itu gampang kok , sini gue ajarin” ucap Isty
          “Makasih ya..”
          “Okke, tapi ntar gue beliin jajan ya..?”.
          “Aaahh… lo itu sukanya gitu”
Akhirnya aku bisa mengerjakan semua soal tersebut. Krriiingg… bel istirahat pun berbunyi . Aku langsung keluar dan menuju kantin. Di tengah perjalanan, tiba-tiba ada yang menggandeng tanganku.
“Indy.. “kata dia
“Kamu!! Kamu kan yang tadi nabrak aku. Kamu kok tau namaku, dan ngapain pegang-pegang tanganku?”
“Aku minta maaf ya.. yang tadi pagi”
“Okke.. udah aku maafin kok, lain kali jangan ceroboh lagi kalau jalan”jawabku
          “Makasih ya ndy.. sebagai ucapan terima kasihku, ayyo makan siang sama aku..!!!” ajaknya
          “Kamu ngajak aku makan siang”
          “Iyya .. gak usah banyak omong deh, ntar gue yang bayarin”
          Tanganku langsung ditarik oleh dia. Sebenarnya aku itu menolak ajakan dia, tetapi karena dia memaksa, terpaksa aku menerima ajakannya.
          “Kamu mau pesen apa?” Tanya dia
          “Aku pesen nasi goring sama jus alpukat deh” jawabku
          Tak lama kemudian dia datang dan membawa makanan.
          “Ini” sambil menaruh makanan
          “Makasih ya.., kamu kok bisa kenal aku padahal aku gak kenal kamu” tanyaku
          “Aku tau namamu itu, aku tanya ke teman sekelasmu”.
          “Ngomong-mgomong namamu siapa?”
          “Namaku Frisky, aku anak baru disini, baru hari ini aku masuk sekolah pertama”.
          Bel pun berbunyi, aku dan Frisky pun masuk. Aku pun masuk kelas. Suasana kelas pun sunyi. Tiba-tiba Pak Kepala Sekolah masuk ke kelasku.
          “Selamat siang anak-anak” salam Pak Kepala Sekolah
          “Selamat siang Pak” jawab serentak
          Dibelakang Pak Kepala Sekolah ada seorang cowok yang memakai seragam berbeda. Sepertinya aku mengenalinya.
          “Anak-anak , ini ada teman baru kalian, dia baru pindah disini, coba perkenalkan dirimu nak”.
          “Teman-teman perkenalkan nama saya Frisky Aditya Rahardja”
          “Lho Frisky…”, sambil terkejut
          Itu kan Frisky yang tadi nabrak aku dan waktu istirahat aku tadi diajak makan siang. Lalu aku mengacungkan tangan.
          “Lho!! Bukannya kamu di kelas 9D?
          “Iya , sebelumya aku masuk di kelas 9D, tetapi aku gak betah di kelas itu. Jadi aku meminta kepada Bapak Kepal Sekolah untuk pindah ke kelas sini” jawab Frisky
          “Sudah- sudah. Silahkan Frisky kamu cari tempat duduk” sahut Pak Kepala Sekolah
          “Iya pak, terima kasih” jawab Frisky
          Frisky duduk di tempat di belakangku, karena hanya tempat itulah yang kosong. Lalu dia menepuk pundakku dan berkata.
          “Eh.. Indy, sebenarnya aku pindah ke kelas ini bukan karena aku gak betah, karena aku pingin satu kelas sama kamu” bisik Frisky
          “Haaaa!!!! Cuma karena itu kamu pindah kelas?” sambil terkejut
          Iya.. eh aku pinjam bukunya donkBolehkan?”
          “Iya.. Ini..”sambil mengambil buku
          Bel pulang pun berbunyi. Teman-temanku serentak bergegas meninggalkan kelas. Hanya tinggal aku,Amy,Isty,Dinda,Rani, yang berada di kelas itu.
          “Eh kemana Yosy? Katanya mau ngerjakan tugas bareng” tanya Dinda
          “Nggak tau aku” sahut Isty dan Rani
          “Eh…eh… maaf aku gak jadi ngerjakan tugas sekarang, soalnya  aku lagi gak enak badan”
          “Oke… gak apa-apa kok” jawab Amy
          “Thanks ya friends”
Dengan terburu-buru aku meninggalkan kelas dan rupanya ayahku sudah menungguku di depan pintu gerbang. Lalu aku masuk ke mobil. Sesampai di rumah aku langsung menuju kamar. Aku masih bingung dengan sikap Frisky mengapa dia selalu ingin denganku?, padahal aku baru kenal.
Malam itu, aku meneyendiri di kamar. Aku berfikir mengapa aku masih bangun kesiangan. Padahal aku sudah besar . tak lama kemudian ayah memanggilku.
“Indy… Indy….” Panggilan ayah
“Iya … yah ada apa?” jawabku
“Itu kamu ditunggu teman kamu”
Malam itu juga kulihat Frisky  dating ke rumah. Tapi anehnya, kenapa dia tahu rumahku? Padahal dia kan anak baru pindah sekolah.
“Eh Frisky.. ayo masuk”, sapaku
          “Eh Indy.. iya”jawabnya
          Lalu Frisky masuk ke dalam rumah dan duduk di ruang tamu.
          “Kamu kok tau rumahku?”
          “Aku tau rumahmu, aku tanya ke Amy”
          “Ada perlu apa kamu kesini?”
          “Aku kesini mau ngerjakan tugas yang tadi siang itu lo…”
          “Kebetulan aku juga agak gak bias ngerjakan tugas tadi”
          Lalu aku dan Frisky mengerjakan tugas bersama di ruang tamu. Canda tawaku dan Frisky meramaikan suasana pada waktu itu. Tiba-tiba aku berfikir, kenapa aku kok tidak tanya Frisky? Semoga saja dia bisa membantuku.
          “Eh aku boleh curhat sedikit gak ?”
          “Boleh dong”
          “Aku lho selalu dimarahi sama orangtuaku, gara-gara aku bangun kesiangan. Kamu tau gak solusinya agar bangun tidak kesiangan?”
          “Soal itu gampang, kamu harus bisa mengatur waktu. Kamu ingat gak, ada pepatah “Pergunakan Waktu Sebaik Mungkin? Kamu harus bisa mengatur waktu. Memang susah untuk mengatur dengan baik, tapi kamu harus mencobanya. Dan jangan lupa, pesanku ‘Jangan tidur terlalu malam’ Okee!!!”
          “Trims ya Kky..!!!
          “Iyya..”
          Tidak kusangka, Frisky ternyata cowok yang baik hati dan perhatian. Aku salut sama dia. Biasanya cowok itu baiknya cuma di mulut, tapi Frisky ini baik di hati dan juga baik di mulutnya.
          Dari hari ke hari aku telah lewati, tapi mengapa aku masih bangun kesiangan. Aku masih bingung dengan kebiasaanku ini. Aku telah mencoba saran dari Frisky, tapi mengapa aku tetap tidak bisa.
Suatu hari, aku berdo’a kepada Tuhan.
          “Ya Allah, aku ingin satu kali saja, agar besok aku bisa bangun pagi.soalnya besok adalah hari spesialku yaitu hari Ulang Tahunku yang ke 17. Ya Tuhan kabulkanlah permintaanku”.
          Berbagai cara aku lakukan agar aku bisa bangun pagi. Aku mencoba tidur lebih awal dan memasang jam beker sebanyak 5.
Esok harinya, aku bangun pagi sekali. Tapi mengapa tidak ada orang satupun yang mau mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepadaku?. Orang tuaku juga diam saja.
          Aku berangkat sekolah dengan wajah muram. Karena aku tidak diantar ayah, karena mobil ayahku mogok, akhirnya terpaksa aku harus naik taksi. Saat di depan pintu kelas, tiba-tiba aku dijatuhi tepung dan telur.
          “Grobyyakk…!!!”
          “Oh my God!!! Siall !!! Siapa yang menjebakku? Siapa kamu? Tolong keluar”dengan wajah marah
          “Happy Birthday to you” sorak teman-temanku
          “Aaaahhhh.. kamu semua jahat, kenapa pakek acara bagini?”
          “Ini semua ide Orang tua kamu dan Frisky” kata Yosy
          Tiba-tiba di belakangku ada suara.
          “Happy Birthday sayang!!”
          “Lho.. ayah.. Ibu.., Frisky??
          “Iya semua ini ide kami, maaf tadi pagi kamu naik taksi. Padahal tadi mobil ayah gak mogok. Itu tadi diuruh sama Frisky biar kamu ngambek.
          “Friiissskkkyy… kamu ini bikin orang ngambek aja!!” dengan wajah marah
          “Sorry.. ndy..”
          “Udah… udah, Indy kamu tiup lilinnya dulu!!” kata Ibu
          Dengan wajah marah, aku meniup lilin yang berbentuk angka 17. Tiba-tiba Frisky memegang tanganku dan memberikan sebuah kado.
          “Terima ini ya?” kata Frisky
          “Apa itu?”
          “Buka aja!!”sambil tersenyum
          Lalu aku membuka kadodari Frisky. Tak disangka, kotak kado itu berisi tas Spongebob dan jam beker  bentuk Spongebob.
          “Wooowwww” sambil terkejut
          “Kenapa” Tanya Frisky
          “Aku suka banget sama Spongebob”
          “Hahahaha..  Jam beker Spongebob ini, aku hadiahkan khusus buat kamu. Semoga saja jam beker ini bisa membuat kamu bangun pagi.
          “Thanks ya ky.. Kamu memang temanku yang paling baik”
          “Iyya sama-sama”
          Sejak saat itulah hal yang membuatku untuk bisa bangun pagi adalah jam beker Spongebob hadiah dari Frisky. Aku akan selalu menjaga jam beker Spongebob ini sampai kapanpun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar