Kriingg… jam bekerku berbunyi, jarum jam ku
menunjukkan pukul 06.00.
“Oh .. tidak … aku bangun
kesiangan!!!!
Kulihat asap mengepul banyak di
dapurku, kul,ihat juga ayahku membaca Koran di depan rumah.
“Ayah ini ..!! Mengapa ayah tidak membangunkan
aku? Sambil menepuk tangan ayah.
“Ayah sudah membangunkanmu beberapa
kali!!, tetapi kamu malah marah dan melempar bantal pada wajah ayah!! Sambil
melipat Koran.
“Aaahh… Mengapa aku bangun kesiangan? Padahal aku
nanti ada ulangan Matematika”.
Dengan wajah marah, aku langsung pergi
menuju kamar mandi. Tiba-tiba ada yang menepukku dari belakang.
“Indy ….” Ucap ibu lirih.
“Ada apa bu?” dengan wajah yang kaget.
“Kamu itu udah besar,selalu saja kamu
bangun kesiangan! Kelakuan kamu itu sama seperti kelakuan kamu waktu kecil”
ucap ibu
“Maaf bu, aku susah bangun pagi,
karena tadi malam aku tidur terlalu malam soalnya aku mengerjakan tugas yang
begitu banyak,” ucapku
“Ya sudah .. Cepat mandi sana!! Sudah
siang ini!!”perintah Ibu
“Iya bu”
Bagiku ini adalah hari yang tidak
pernah kualami sebelumya. Bangun kesiangan, dimarah ibu dan ayah. Itu adalah
hal yang sangat aku benci. Jarum jam menunjukkan pukul 06.30
“Bu… aku mau berangkat dulu ya?”
“Iyya… susunya sudah diminum”
“Sudah bu..”
Dengan tergesa-gesa aku langsung masuk
ke dalam mobil. Akhirnya sampai juga aku di sekolah.
Kriiing …” bel berbunyi
Aku lari terburu-buru karena
teman-temanku sudah masuk kelas. Tiba-tiba
“Aduuhhh…!!!
“Maaf… maaf… aku tidak sengaja”
“Kamu punya mata gak sih!!
Nabrak-nabrak orang aja” ucapku sengit
“Aku minta maaf ya?”
“Iyya… Iyya..”
Dengan cepat aku masuk ke kelas.
Pelajaran pun dimulai. Pak Zuflan memulai pelajaran Matematika.
“Selamat Pagi anak-anak”
“Selamat Pagi Pak” jawab serentak
“Silahkan keluarkan satu lembar kertas
untuk mengerjakan ulangan Matematika” kata Pak Zulfan.
“Aduuh, aku sekarang gak siap kalau
ulangan, soalnya kemarin malam aku cuma belajar sedikit”.
Aku tidak bisa mengerjakan soal
Matematika tersebut. Aku mencoba mengerjakan, tetapi hanya 10 soal dari 30 soal
yang aku bisa kerjakan. Untung saja teman sebangkuku Isty mau member itahu
jawaban soal tersebut.
“Is, aku gak bisa ngerjakan yang ini”
“Allahh … itu gampang kok , sini gue
ajarin” ucap Isty
“Makasih ya..”
“Okke, tapi ntar gue beliin jajan
ya..?”.
“Aaahh… lo itu sukanya gitu”
Akhirnya
aku bisa mengerjakan semua soal tersebut. Krriiingg… bel istirahat pun berbunyi
. Aku langsung keluar dan menuju kantin. Di tengah perjalanan, tiba-tiba ada
yang menggandeng tanganku.
“Indy..
“kata dia
“Kamu!!
Kamu kan yang tadi nabrak aku. Kamu kok tau namaku, dan ngapain pegang-pegang
tanganku?”
“Aku
minta maaf ya.. yang tadi pagi”
“Okke..
udah aku maafin kok, lain kali jangan ceroboh lagi kalau jalan”jawabku
“Makasih ya ndy.. sebagai ucapan terima
kasihku, ayyo makan siang sama aku..!!!” ajaknya
“Kamu ngajak aku makan siang”
“Iyya .. gak usah banyak omong deh,
ntar gue yang bayarin”
Tanganku langsung ditarik oleh dia.
Sebenarnya aku itu menolak ajakan dia, tetapi karena dia memaksa, terpaksa aku
menerima ajakannya.
“Kamu mau pesen apa?” Tanya dia
“Aku pesen nasi goring sama jus
alpukat deh” jawabku
Tak lama kemudian dia datang dan
membawa makanan.
“Ini” sambil menaruh makanan
“Makasih ya.., kamu kok bisa kenal aku
padahal aku gak kenal kamu” tanyaku
“Aku tau namamu itu, aku tanya ke
teman sekelasmu”.
“Ngomong-mgomong namamu siapa?”
“Namaku Frisky, aku anak baru disini,
baru hari ini aku masuk sekolah pertama”.
Bel pun berbunyi, aku dan Frisky pun
masuk. Aku pun masuk kelas. Suasana kelas pun sunyi. Tiba-tiba Pak Kepala
Sekolah masuk ke kelasku.
“Selamat siang anak-anak” salam Pak
Kepala Sekolah
“Selamat siang Pak” jawab serentak
Dibelakang Pak Kepala Sekolah ada
seorang cowok yang memakai seragam berbeda. Sepertinya aku mengenalinya.
“Anak-anak , ini ada teman baru
kalian, dia baru pindah disini, coba perkenalkan dirimu nak”.
“Teman-teman perkenalkan nama saya
Frisky Aditya Rahardja”
“Lho Frisky…”, sambil terkejut
Itu kan Frisky yang tadi nabrak aku
dan waktu istirahat aku tadi diajak makan siang. Lalu aku mengacungkan tangan.
“Lho!! Bukannya kamu di kelas 9D?
“Iya , sebelumya aku masuk di kelas
9D, tetapi aku gak betah di kelas itu. Jadi aku meminta kepada Bapak Kepal
Sekolah untuk pindah ke kelas sini” jawab Frisky
“Sudah- sudah. Silahkan Frisky kamu
cari tempat duduk” sahut Pak Kepala Sekolah
“Iya pak, terima kasih” jawab Frisky
Frisky duduk di tempat di belakangku,
karena hanya tempat itulah yang kosong. Lalu dia menepuk pundakku dan berkata.
“Eh.. Indy, sebenarnya aku pindah ke
kelas ini bukan karena aku gak betah, karena aku pingin satu kelas sama kamu”
bisik Frisky
“Haaaa!!!! Cuma karena itu kamu pindah
kelas?” sambil terkejut
Iya.. eh aku pinjam bukunya
donkBolehkan?”
“Iya.. Ini..”sambil mengambil buku
Bel pulang pun berbunyi. Teman-temanku
serentak bergegas meninggalkan kelas. Hanya tinggal aku,Amy,Isty,Dinda,Rani,
yang berada di kelas itu.
“Eh kemana Yosy? Katanya mau ngerjakan
tugas bareng” tanya Dinda
“Nggak tau aku” sahut Isty dan Rani
“Eh…eh… maaf aku gak jadi ngerjakan
tugas sekarang, soalnya aku lagi gak
enak badan”
“Oke… gak apa-apa kok” jawab Amy
“Thanks ya friends”
Dengan terburu-buru aku meninggalkan kelas dan
rupanya ayahku sudah menungguku di depan pintu gerbang. Lalu aku masuk ke mobil.
Sesampai di rumah aku langsung menuju kamar. Aku masih bingung dengan sikap
Frisky mengapa dia selalu ingin denganku?, padahal aku baru kenal.
Malam itu, aku meneyendiri di kamar. Aku berfikir
mengapa aku masih bangun kesiangan. Padahal aku sudah besar . tak lama kemudian
ayah memanggilku.
“Indy… Indy….” Panggilan ayah
“Iya … yah ada apa?” jawabku
“Itu kamu ditunggu teman kamu”
Malam itu juga kulihat Frisky dating ke rumah. Tapi anehnya, kenapa dia
tahu rumahku? Padahal dia kan anak baru pindah sekolah.
“Eh Frisky.. ayo masuk”, sapaku
“Eh Indy.. iya”jawabnya
Lalu Frisky masuk ke dalam rumah dan
duduk di ruang tamu.
“Kamu kok tau rumahku?”
“Aku tau rumahmu, aku tanya ke Amy”
“Ada perlu apa kamu kesini?”
“Aku kesini mau ngerjakan tugas yang
tadi siang itu lo…”
“Kebetulan aku juga agak gak bias
ngerjakan tugas tadi”
Lalu aku dan Frisky mengerjakan tugas
bersama di ruang tamu. Canda tawaku dan Frisky meramaikan suasana pada waktu
itu. Tiba-tiba aku berfikir, kenapa aku kok tidak tanya Frisky? Semoga saja dia
bisa membantuku.
“Eh aku boleh curhat sedikit gak ?”
“Boleh dong”
“Aku lho selalu dimarahi sama
orangtuaku, gara-gara aku bangun kesiangan. Kamu tau gak solusinya agar bangun
tidak kesiangan?”
“Soal itu gampang, kamu harus bisa
mengatur waktu. Kamu ingat gak, ada pepatah “Pergunakan Waktu Sebaik Mungkin?
Kamu harus bisa mengatur waktu. Memang susah untuk mengatur dengan baik, tapi
kamu harus mencobanya. Dan jangan lupa, pesanku ‘Jangan tidur terlalu malam’
Okee!!!”
“Trims ya Kky..!!!
“Iyya..”
Tidak kusangka, Frisky ternyata cowok
yang baik hati dan perhatian. Aku salut sama dia. Biasanya cowok itu baiknya
cuma di mulut, tapi Frisky ini baik di hati dan juga baik di mulutnya.
Dari hari ke hari aku telah lewati,
tapi mengapa aku masih bangun kesiangan. Aku masih bingung dengan kebiasaanku
ini. Aku telah mencoba saran dari Frisky, tapi mengapa aku tetap tidak bisa.
Suatu
hari, aku berdo’a kepada Tuhan.
“Ya Allah, aku ingin satu kali saja,
agar besok aku bisa bangun pagi.soalnya besok adalah hari spesialku yaitu hari
Ulang Tahunku yang ke 17. Ya Tuhan kabulkanlah permintaanku”.
Berbagai cara aku lakukan agar aku
bisa bangun pagi. Aku mencoba tidur lebih awal dan memasang jam beker sebanyak
5.
Esok
harinya, aku bangun pagi sekali. Tapi mengapa tidak ada orang satupun yang mau
mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepadaku?. Orang tuaku juga diam saja.
Aku berangkat sekolah dengan wajah
muram. Karena aku tidak diantar ayah, karena mobil ayahku mogok, akhirnya
terpaksa aku harus naik taksi. Saat di depan pintu kelas, tiba-tiba aku
dijatuhi tepung dan telur.
“Grobyyakk…!!!”
“Oh my God!!! Siall !!! Siapa yang menjebakku?
Siapa kamu? Tolong keluar”dengan wajah marah
“Happy Birthday to you” sorak
teman-temanku
“Aaaahhhh.. kamu semua jahat, kenapa
pakek acara bagini?”
“Ini semua ide Orang tua kamu dan
Frisky” kata Yosy
Tiba-tiba di belakangku ada suara.
“Happy Birthday sayang!!”
“Lho.. ayah.. Ibu.., Frisky??
“Iya semua ini ide kami, maaf tadi
pagi kamu naik taksi. Padahal tadi mobil ayah gak mogok. Itu tadi diuruh sama
Frisky biar kamu ngambek.
“Friiissskkkyy… kamu ini bikin orang
ngambek aja!!” dengan wajah marah
“Sorry.. ndy..”
“Udah… udah, Indy kamu tiup lilinnya
dulu!!” kata Ibu
Dengan wajah marah, aku meniup lilin yang
berbentuk angka 17. Tiba-tiba Frisky memegang tanganku dan memberikan sebuah
kado.
“Terima ini ya?” kata Frisky
“Apa itu?”
“Buka aja!!”sambil tersenyum
Lalu aku membuka kadodari Frisky. Tak
disangka, kotak kado itu berisi tas Spongebob dan jam beker bentuk Spongebob.
“Wooowwww” sambil terkejut
“Kenapa” Tanya Frisky
“Aku suka banget sama Spongebob”
“Hahahaha.. Jam beker Spongebob ini, aku hadiahkan khusus
buat kamu. Semoga saja jam beker ini bisa membuat kamu bangun pagi.
“Thanks ya ky.. Kamu memang temanku
yang paling baik”
“Iyya sama-sama”
Sejak saat itulah hal yang membuatku
untuk bisa bangun pagi adalah jam beker Spongebob hadiah dari Frisky. Aku akan
selalu menjaga jam beker Spongebob ini sampai kapanpun.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar